Mancing di sungai Mentaya, Kalimantan Tengah

17 October 2008

ikan lotek

Saat mudik lebaran kali ini, salah satu kesukaanku adalah mancing di sungai Mentaya, Kalimantan Tengah, tepatnya di kota kelahiranku Samuda, ibukota kecamatan Mentaya Hilir Selatan yang masih masuk dalam wilayah kabupaten Kotawaringin Timur, dengan ibokota Sampit.

ikan lotek

Foto yang aku sertakan diatas adalah foto saat mancing di dermaga, di pusat pasar Samuda. Aku kurang tau ikan yang aku dapat namanya apa, tapi kebanyakan orang-orang bilang adalah ikan Lotek atau Lotek Rambai, tapi ada juga yang menyebutnya ikan Manyung, bahkan ada juga yang mengatakan Baung, memang dari bentuknya mirip Baung. Karena mancing hanya dari pinggiran, dengan panjang joran hanya 165 cm dan timah pemberat masih relatif kecil, tidak memungkinkan untuk melempar jauh ke tengah sungai, lagipula jika hari sudah mulai terang banyak kelotok (kapal kecil) yang berseliweran, takut juga kalo nyangkut. Sebenarnya suatu hari aku pernah dapat 3 ekor yang lumayan lebih besar dari foto yang aku sertakan, namun lupa untuk mengambil gambarnya, beratnya sekitar 300 - 400 gram per ekor. Kalo di masak Gangan Asam (masakan banjar) atau di Pindang (masakan palembang, karena masakan ini memang mirip Gangan Asam Banjar) rasanya seperti ada rasa lumpur, mirip kalo masak kerang, mungkin karena ikan ini hidup di dasar sungai yang banyak lumpurnya. Digoreng pun ternyata juga seperti ada rasa lumpur tapi tidak separah jika tidak digoreng.

ikan lotek

Umpan yang dipakai hari pertama Gabus (Haruan), hasil tajur di selokan depan rumah, karena kecil-kecil dimasak juga gak seberapa, akhirnya dijadiin umpan aja, lumayan jitu juga itu umpan, tapi yang strike ikan dengan ukuran kecil. Hari berikutnya nyoba pake umpan jeroan ikan hasil pancingan hari sebelumnya, tapi gak disentuh sama sekali, karena lupa gak bawa Gabus, coba nyari-nyari bekas orang jualan ikan, ketemu bekas potongan daging ikan Pari, aku pikir daging pari kan seperti daging ayam, tapi dapatnya cuma 1 ekor, kurang puas, aku nyoba lagi pake udang kecil, cuma ngambil dijalan bekas ceceran para pedagang pas aku lewat mau menuju ke dermaga (mancing kok gak modal umpan :D ), rupanya umpan udang benar-benar tokcer, sesaat setelah melempar aja udah strike tuh, dan lumayan kuat, akhirnya dapat diangkat seukuran lengan ikan yang sama, akhirnya aku beli Udang Bajang, ukuran kecil-kecil, Rp. 1.500 dapat 1 ons lebih (rupanya kebanyakan, sisanya malah dibuang).

Hari terakhir sebelum balik ke Jogja, aku mancing lagi, tapi sore, perkiraan dapat ikan banyak karena pernah juga mancing sore selera ikannya sama kaya pagi hari, tapi bedanya hari itu habis hujan, aku pikir ikan malah lapar saat itu, tapi nyatanya tidak ada 1 ikan pun yang menyambar kailku, malah seringnya nyangkut dan putus, tapi aku gak tau apakah karena habis hujan, atau karena umpan udangnya gak seger lagi, menurutku sih masih seger, soalnya disimpan dikulkas.

Sebenarnya rencana liburan juga mau mancing di Teluk Sampit, tepatnya di dekat pantai Ujung Pandaran, Samuda. Tapi karena pasangnya malam, sehingga kalo siang berangkat kesana air sudah surut dan tidak memungkinkan untuk memancing jika hanya dari pinggiran. Berhubung waktu liburan hanya sebentar, efektif cuma 1 minggu, ya gak papa lah mancing di sungai dekat rumah aja. Tapi lumayan, cukup memuaskan, sayang dapatnya cuma ikan itu-itu aja, pengennya sih Ikan Patin. :D

Ini adalah foto pinggiran Teluk Sampit pas lagi surut:
teluk sampit

Sampai ketemu lagi di trip mancing berikutnya, emang mau kemana lagi ya, paling kalo di jogja cuma ke depok kali, di muara kali opak. :) )

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://roby.blogsome.com/2008/10/17/mancing-di-sungai-mentaya-kalimantan-tengah/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>