Musim kemarau, penuh asap, air asin, sabun pun tak berbusa

3 November 2006

Setiap musim kemarau di kampungku samuda, kalimantan tengah, air sungai bahkan sumur akan berubah menjadi asin, maklum dekat dengan lautan. Meskipun jarak dengan lautan 50 km, akan tetapi wilayah yang datar membuat air pasang laut dapat masuk ke dalam sungai sejuah 50 km saat air sungai mulai berkurang di musim panas.

Dalam kondisi seperti ini, mencari air minum sulit, masyarakat biasanya menampung air hujan semenjak musim penghujan, jadi semakin banyak persediaan, semakin mudah pula mengadapi kemarau. Namun demikian, untuk keperluan mandi dan mencuci mau tak mau tetap menggunakan air payau atau bahkan air asin.

Repotnya juga, kalo sudah pake air asin, sabun gak akan berbusa, paling cuman secuil busa yang ada.
Air PDAM juga asin, ngambilnya juga di sungai kok, kalo mau beli yang tawar, ada sih, 1 drum 20 ribu :D .

Satu lagi yang sangat bikin susah, asap. Di daerah tertentu hanya di pagi hari, tapi di daerah lain bisa nonstop, artinya sepanjang hari atau 24 jam selalu ada asap. Butuh masker untuk menghindari sakit atau radang atau batuk. Bahkan jika asap agak tebal, bisa memedihkan mata. Untung di tempatku hanya di pagi hari, tapi tidak jauh dari tempatku sekitar 25 km dari tempatku asap nonstop sehari semalam.

Semoga hujan segera turun di saat kebakaran hutan semakin parah.

Mudik Lebaran, hari H masih di perjalanan

Lebaran kali ini aku mudik ke kampung halamanku, Samuda tanggal 21 okt. Sore hari sabtu aku sudah berangkat dari Jogja menuju Semarang karena kapal akan berangkat dari semarang hari minggu tanggal 22 okt jam 7:00 pagi . Pukul 22:30 aku sudah berada di pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Tapi di pelabuhan sepi, padahal biasanya penumpang banyak, aku pikir mungkin ini karena sudah H-2. Selain itu ruang tunggu pelabuhan ditutup, padahal biasanya dibuka. Tak ada pilihan, aku harus menunggu di teras luar/halaman ruang tunggu. Meski ngantuk, aku gak bisa tidur, takut barang dicuri orang, hitung2 sambil menunggu sahur.

Setelah pagi tiba, ada pengumuman dari petugas, kapal akan tiba di pelabuhan semarang pukul 13:00, untungnya sudah ketemu teman lama, akhirnya bisa tidur sambil menunggu siang. Terlambat lagi.

Kapal akhirnya berangkat pukul 16:00 dan sampai di pelabuhan sampit pukul 17:15 besok harinya, atau tanggal 23 okt. Aku harus meneruskan perjalanan ke samuda yang berjarak 40 km dari sampit, namun ternyata aku tdk menemukan mobil/taxi, akhirnya aku menginap di rumah pamanku hingga besok harinya.

Hari selasa, tgl 24 okt 2006, pukul 08:30 aku berangkat dan sampai di samuda pukul 09:30 di saat hari lebaran, setelah solat id selesai dilakukan. Duh sedihnya… Semoga tidak terulang lagi.