Mr. A inside Blog

11 November 2006

Hari yang ku nanti sudah dekat

Filed under: Personal

Seorang temanku saat kuliah dulu sering berkata, “Tak ada yang berubah di bawah terik matahari”. Demikianlah kenyataan yang ada di bumi ini sejak zaman dahulu, segala sesuatunya hanya berganti pemain, berganti waktu, dan bergati temanya saja. Apa yang terjadi tetap seperti dahulu.

Menjelang hari ulang tahunku, bulan Januari 2007 mendatang, saat umurku mencapai 24 tahun, seperti yang sudah pernah terangan olehku, ku ingin kehidupan baru dimulai, separoh dari hidupku yang belum pernah aku lewati selama ini. Inilah salah satu sisi kehidupan yang aku sebut sebagai sesuatu yang tak berubah di bawah terik matahari. Aku hanya mengulang apa yang telah dijalani oleh pendahuluku, nenek moyangku, orang tuaku, kemuadian insyaAllah aku dan anak-anakku kelak.

Wahai kawan, doa restumu begitu berarti, meskipun kau tak dapat hadir melihatku duduk di singgasana itu pada hari yang dekat.

3 November 2006

Musim kemarau, penuh asap, air asin, sabun pun tak berbusa

Filed under: Personal

Setiap musim kemarau di kampungku samuda, kalimantan tengah, air sungai bahkan sumur akan berubah menjadi asin, maklum dekat dengan lautan. Meskipun jarak dengan lautan 50 km, akan tetapi wilayah yang datar membuat air pasang laut dapat masuk ke dalam sungai sejuah 50 km saat air sungai mulai berkurang di musim panas.

Dalam kondisi seperti ini, mencari air minum sulit, masyarakat biasanya menampung air hujan semenjak musim penghujan, jadi semakin banyak persediaan, semakin mudah pula mengadapi kemarau. Namun demikian, untuk keperluan mandi dan mencuci mau tak mau tetap menggunakan air payau atau bahkan air asin.

Repotnya juga, kalo sudah pake air asin, sabun gak akan berbusa, paling cuman secuil busa yang ada.
Air PDAM juga asin, ngambilnya juga di sungai kok, kalo mau beli yang tawar, ada sih, 1 drum 20 ribu :D .

Satu lagi yang sangat bikin susah, asap. Di daerah tertentu hanya di pagi hari, tapi di daerah lain bisa nonstop, artinya sepanjang hari atau 24 jam selalu ada asap. Butuh masker untuk menghindari sakit atau radang atau batuk. Bahkan jika asap agak tebal, bisa memedihkan mata. Untung di tempatku hanya di pagi hari, tapi tidak jauh dari tempatku sekitar 25 km dari tempatku asap nonstop sehari semalam.

Semoga hujan segera turun di saat kebakaran hutan semakin parah.

Mudik Lebaran, hari H masih di perjalanan

Filed under: Personal

Lebaran kali ini aku mudik ke kampung halamanku, Samuda tanggal 21 okt. Sore hari sabtu aku sudah berangkat dari Jogja menuju Semarang karena kapal akan berangkat dari semarang hari minggu tanggal 22 okt jam 7:00 pagi . Pukul 22:30 aku sudah berada di pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Tapi di pelabuhan sepi, padahal biasanya penumpang banyak, aku pikir mungkin ini karena sudah H-2. Selain itu ruang tunggu pelabuhan ditutup, padahal biasanya dibuka. Tak ada pilihan, aku harus menunggu di teras luar/halaman ruang tunggu. Meski ngantuk, aku gak bisa tidur, takut barang dicuri orang, hitung2 sambil menunggu sahur.

Setelah pagi tiba, ada pengumuman dari petugas, kapal akan tiba di pelabuhan semarang pukul 13:00, untungnya sudah ketemu teman lama, akhirnya bisa tidur sambil menunggu siang. Terlambat lagi.

Kapal akhirnya berangkat pukul 16:00 dan sampai di pelabuhan sampit pukul 17:15 besok harinya, atau tanggal 23 okt. Aku harus meneruskan perjalanan ke samuda yang berjarak 40 km dari sampit, namun ternyata aku tdk menemukan mobil/taxi, akhirnya aku menginap di rumah pamanku hingga besok harinya.

Hari selasa, tgl 24 okt 2006, pukul 08:30 aku berangkat dan sampai di samuda pukul 09:30 di saat hari lebaran, setelah solat id selesai dilakukan. Duh sedihnya… Semoga tidak terulang lagi.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Jay of onefinejay.com