Satu Rindu untukmu Ibu
15 September 2006Hari minggu yang cerah, 3 September 2006 aku menghabiskan hariku dengan bersantai di rumah. Pagi itu aku teringat tentang album Opick terbaru yang sudah lama aku ingin mendengarnya dan hari itulah aku baru bisa memutarnya di komputerku. Beberapa lagu yang dimainkan, rupanya aku sangat menyukai sebuah lagu yang berjudul Satu Rindu, sebuah lagu yang menyanyikan satu rindu kepada ibu yang jauh. Lagu itu aku setel berulang-ulang dan tanpa bosan-bosannya. Sambil mendengarkan, aku dan adek mencoba menghayati maknanya dan dia mengatakan bait syairnya yang berbunyi: “Allah ijinkalah aku bahagiakan dia, meski dia tlah jauh, …” Adek bilang: “inikan maksudnya ibu yang telah tiada”, dan aku katakan padanya “ibu kan juga jauh (jauh di seberang lautan)”. Waktu terus berjalan, sampai sore dan malam tiba, aku harus mengantar saudara ke rumahnya, dan ketika pulang, di perjalanan aku masih suka menyanyikan lagu itu, tanpa aku mengerti apa sebenarnya yang tersirat dari suasana itu.
Besok harinya, hari senin, 4 september 2006, Ayahku sms dan sebagian isinya: “…Keluarga semua sehat…” dan aku beraktivitas seperti biasanya. Hingga sore hari, ketika waktu ashar tiba, ada sms dari Ibu, rupanya dari adekku yang masih kelas 3 smu. “kak, ibu sakit, pingsan belum sadar”. Cemas dan resah beserta bingung dalam hati, karena ibu sebelumnya tak pernah pingsan. Baru mau aku balas, sms datang lagi dari adekku yang mengabarkan ibu telah pergi, tak ada yang sempat mendampingi kepergiaanya kecuali adekku dan para undangan acara sholawatan, karena hari itu adalah hari pertama setelah acara perkawinan sepupuku (anak dari adek ayahku). Banyak yang tidak percaya karena sebelumnya ibu sehat dan sedikitpun tidak terlihat sakit atau lelah. Tapi itulah waktu yang telah ditentukan Allah, tak bisa majukan dan tak bisa dimundurkan.
Ibu, akhirnya aku menemui juga akan hari yang aku hawatirkan, disaat aku jauh, tak bisa menatapmu saat terakhir kali engkau berada di dunia ini, hanya setengah tahun yang lalu yang bisa ku kenang dan masa-masa yang dulu. Tak sempat aku mengantarmu ke kuburmu. Hanya doa yang bisa aku berikan saat ini dan besok hari. berbahagialah ibu. semoga Allah mengampunimu dan memberikan rahmatNya yang berlimpah kepadamu. Amin.
Ibu, di musim kemarau di kampung halaman, saat ku pulang setelah hari kepergianmu, di siang hari dikala turun hujan sejenak, mengingatkanku pada kenangan bersamamu, wahai ibu……
Opick ft. Amanda - Satu Rindu
Album: Semesta Bertasbih
Judul: Satu Rindu
#Opick#
Hujan kau ingatkan aku
Tentang satu rindu
Di masa yang lalu
Saat mimpi masih indah bersamamu
Reff:
#opick & Amanda#
Terbayang satu wajah penuh cinta penuh kasih
Terbayang satu wajah penuh dengan kehangatan
kau ibu Oh Ibu
#Amanda#
Allah Ijinkanlah aku bahagiakan dia
Meski dia tlah jauh
Biarkanlah aku berarti untuk dirinya
Oh ibu.. oh ibu.. kau ibu
back to Raff
Aku berpesan bagi pembaca blog ini, yang orang tuanya masih hidup, di sela-sela kesibukanmu, sempatkanlah diri untuk bahagiakan Ayah dan Ibumu, karena hari itu pasti akan tiba, di suatu hari yang tak terduga.



semoga diterima disisi Allah, dan semua dosa2 di ampuni Allah. dan semoga yang ditinggal diberi ketabahan, dan dapat berkumpul lagi kelak di syurga.. Amin…
Comment by perdana — 19 September 2006 @ 4:43 am
aq ikut sedih soalnya aq juga gak punya, hampir setahub aq dah di tinggal oleh ibukku dan sejak kepergian keluargaku jadi berantakan gara2 bapakku mo kawin lagi sama orang yang gak disetujui oleh keluargaku termasuk anak2nya……..
Comment by yeni — 14 December 2007 @ 6:27 am
tuntun kata lewat rasa tuntun makna lewat jiwa
Comment by jkl — 7 May 2008 @ 4:06 pm
glagah tempat indah ……salam buat semua.madiun
Comment by jkl — 7 May 2008 @ 4:09 pm
kekayaan bukan hal utama namun kekayaan ada di jiwa
Comment by jkl — 7 May 2008 @ 4:12 pm