Jogjaku Terguncang
Pagi hari menyapa
ada yang masih terlelap
ada yang sudah membersihkan halaman rumahnya
sabtu itu, 27 Mei 2006
jarum jam menunjuk mendekati pukul 6
dalam sekejab gemuruh terdengar di telinga
semakin jelas, semakin nyata
rumah bergetar, tanah bergejolak
seakan bumi ingin lari
ingin pergi meninggalkan segala yang di atasnya
hari itu, bagaikan kiamat
orang-orang sibuk mencari keselamatan
berlari pontang-panting
ada yang terjatuh,
ada yang bingung,
ada yang putus asa,
ada yang menangis,
hari itu ada bencana
Jogja diguncang gempa….
banyak yang menduga, itu adalah letusan merapi
rupanya gempa dari arah selatan
sesaat orang-orang mulai tenang
sambil duduk-duduk di tanah terbuka
walau hati penuh ketakutan bercampur duka
tiba-tiba teriakan datang dari arah selatan
air….!!! air….!!!
ada tsunami……….
wajah yang sudah kusut ketakutan
berubah menjadi basah air mata
jalan-jalan dipenuhi orang-orang yang lari
mencari tempat tinggi
untuk selamat dari bencana
kini, suasana Jogja sebelum 27 Mei 2006
hanya tinggal kenangan
semoga cobaan yang ditimpakan
kepada warga Jogja menjadi kebaikan
yang dapat dirasakan beberapa tahun kemudian
semoga kita semua dapat mengambil hikmah
dari musibah gempa bumi ini
Jogja, hari sabtu, 27 Mei 2006 menjadi sejarah
yang tak dapat dilupakan oleh kita semua….
