Mataku ada yang menemani

28 April 2006

Semenjak setahun yang lalu, mataku sudah mulai melemah, bila terlalu lama di depan komputer penglihatanku menjadi agak kabur. Keadaan ini semakin parah sampai 3 bulan yang lalu, aku mulai pusing, sakit kepala dan migrain. Sepertinya mataku sudah saatnya ditemani kacamata.

Hari senin, tanggal 27 Maret 2006 aku periksa mata di Rumah Sakit DR. Sarjito. "Belum perlu pakai kacamata…." itulah yang dilontarkan dokter padaku. Sesudah itu aku hanya bingung, sebenarnya sakitku apa sih?… padahal sebelumnya aku pernah ke Dokter Syaraf, dan dia menyarankanku untuk periksa mata.

Hari Sabtu kemarin, tanggal 22 April 2006 ada pemeriksaan mata dari Optik Akur yang datang langsung ke kantor. Kedua mataku dinyatakan silinder murni 3/4. Tanpa pikir panjang lagi aku pun memutuskan untuk membeli kacamata. Empat hari kemudian yakni Rabu, kacamata sudah bisa aku pakai. Terasa pusing sedikit, tapi gak masalah, namun yang jadi masalah aku merasa pakai kacamata justru nambah gak jelas melihat.

Karena penasaran, kemarin sore sehabis pulang kerja aku datang langsung ke Optik dan menanyakannya, tapi mereka memintaku untuk mencobanya selama 1 atau 2 minggu, karena aku belum pernah pakai kacamata, perlu adaptasi.

Tidak puas dengan kenyataan, sebelum pulang ke rumah akupun cari-cari optik lain sampai akhirnya aku singgah di Optik Manding cabang Glagahsari, waktu itu sudah jam 6 petang.

Mataku diperiksa yang ketiga kalinya, dan ternyata hasilnya sama, keduanya silinder 3/4. Hanya saja sebelah kanannya minus 1/4 katanya.

Berarti mataku memang harus ditemani, mungkin sudah saatnya dia ketemu jodohnya. Soal jelas gak jelas melihatnya, sepertinya mataku emang sudah rewel, dan katanya silinder itu, kondisi mata sering berubah-ubah, dalam beberapa saat bisa kabur, bisa juga jelas. Aku juga gak dong. Mungkin harus sering-sering lihat daun hijau.

yach…. namanya juga melototin monitor terus. Yang perlu disyukuri, masih dapat melihat.